3 Universitas di Indonesia Ini Kerja Sama Dengan Pusat Penelitian Pertanian Australia

3 Universitas di Indonesia Ini Kerja Sama Dengan Pusat Penelitian Pertanian Australia

Kerja mirip pada bidang penelitian dan pengembangan adalah perihal mutlak yang perlu dijalankan oleh kampus di Indonesia bersama dengan kampus-kampus lainnya. Bukan hanya bersama dengan kampus lain di Indonesia, kerja mirip juga dapat dijalankan bersama dengan pihak asing, layaknya bersama dengan Pusat Penelitian Pertanian Internasional Australia atau Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

1. IPB University

Kampus terbaik di Asia Tenggara pada bidang pertanian dan kehutanan, IPB University, bekerja mirip bersama dengan ACIAR. Penandatanganan nota kesepahaman pada kedua belah pihak dijalankan di kampus IPB Taman Kencana pada 15 Juni 2023. Dengan terdapatnya kerja mirip tersebut, IPB University tetap berkomitmen untuk berkontribusi mendukung lingkungan dan penduduk melalui pembangunan pertanian.

2. Universitas Gadjah Mada

Selain IPB University, ACIAR juga menjalin kerja mirip bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Melansir laman resmi UGM, pihak ACIAR telah melakukan kunjungan ke kampus pada 16 – 18 Mei 2022. Keduanya bekerja mirip di bidang pendidikan dan penelitian mengenai tanaman jeruk di Australia. Pada 2019, UGM melalui Fakultas Pertanian juga melakukan kerja mirip bersama dengan University of Queensland dan Queensland Department of Agriculture, Fisheries, and Forestry, Australia. Kerja mirip yang dijalankan adalah bersama dengan mengadakan acara End of Project Showcasing ACIAR. Dalam kesibukan ini, ditinjau pula penelitian-penelitian hasil kolaborasi ACIAR dan mengulas penelitian selanjutnya. Kerja mirip ini diharapkan dapat menaikkan produktivitas petani di 3 komoditas unggulan, yakni cabai, bawang merah, dan bawang putih. Diketahui, komoditas ini benar-benar penting, baik di Indonesia maupun Australia.

3. Universitas Udayana

Universitas Udayana (Unud) di Bali juga tak ketinggalan menjalin kerja mirip bersama dengan ACIAR. Mengutip laman resmi Unud, nota kesepahaman ditandatangani pada 13 Juni 2023 di Kedutaan Besar Australia, Jakarta. Bagi Unud, kerja mirip yang berfokus pada bidang riset pertanian ini dapat jadi fasilitas pengembangan SDM (sumber daya manusia) di Indonesia. Selain itu, Unud juga menghendaki dapat menjalin interaksi yang lebih erat kembali bersama dengan kampus bergengsi di Australia, layaknya University of Adelaide. Selain 3 kampus di atas, ACIAR juga menjalin kerja mirip bersama dengan beberapa kampus lain di Indonesia. Ketiga kampus berikut adalah Universitas Mataram (Lombok), Universitas Diponegoro (Semarang) dan Universitas Sam Ratulangi (Manado). Untuk informasi lebih lengkap silahkan click here.

Wakil Rektor I Universitas Jember : Standar Layanan UPT Perpustakaan Tak Boleh Kalah Dengan Kafe

Ada pengakuan menarik kala Wakil Rektor I Universitas Jember, mengakses kesibukan seminar standarisasi yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember. Menurut Prof. Slamin, standar fasilitas UPT Perpustakaan tak boleh kalah bersama dengan fasilitas usaha lain yang juga kerap jadi lokasi kaum milenial melacak Info dan data, kalau kafe. Jika UPT Perpustakaan tidak berbenah maka dapat ditinggalkan pelanggannya. Seperti yang diketahui, perpustakaan adalah jantungnya kampus. Namun kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merubah landscape dunia secara drastis, juga pendidikan tinggi. Kini mahasiswa tidak kembali menjadikan kampus sebagai satu-satunya lokasi melacak knowledge dan Info mengingat akses untuk beroleh sumber dan materi perkuliahan dapat didapat dimana-mana.

“Sebagai salah satu elemen kunci dalam proses pendidikan tinggi, perpustakaan pun turut mendukung proses pembelajaran bahkan dalam era digital kala ini. Layanan perpustakaan tidak boleh kalah bersama dengan fasilitas yang di tawarkan oleh kafe di luaran, agar mahasiswa nyaman bersama dengan terdapatnya fasilitas yang terstandardisasi layaknya jaringan internet dan kelengkapan ruangan yang memadai,” ungkap Prof. Slamin yang mengakses acara secara daring. Sementara itu Kepala UPT Perpustakaan Universitas Jember, Ida Widiastuti menyatakan seminar kali ini mengambil alih tema “Peran Standardisasi dalam Bisnis dan Peningkatan Mutu Output Pendidikan Tinggi”. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 peserta yang hadir secara langsung di Aula Lantai 3 Gedung Soerachman Universitas Jember, dilengkapi bersama dengan 50 peserta yang join melalui fasilitas Zoom Meeting.

“Perkembangan di dunia pendidikan maupun usaha kala ini berkembang pesat. Sekarang ini merupakan era perpustakaan elektronik, perpustakaan digital, atau perpustakaan virtual agar perpustakaan perlu melakukan penyesuaian yang luar biasa. Oleh gara-gara itu perlu standarisasi baru di perpustakaan agar selalu dapat mengimbuhkan fasilitas sempurna dan menaikkan mutu pendidikan tinggi lebih-lebih di Universitas Jember,” ungkap Ida Widiastuti. Tampil sebagai pembicara adalah pemateri berasal dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Diantaranya kepala Biro Humas, Kerjasama, dan Layanan Informasi (HKLI) BSN, Zul Amri. Menurutnya peran BSN adalah melakukan tugas pemerintah di bidang standardisasi dan juga penilaian kesesuaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro HKLI sendiri menyelenggarakan fungsi di antaranya mengenai penyiapan, pengelolaan fasilitas informasi, pengaduan masyarakat, perpustakaan dan fasilitas dokumen standar.

Kemudian dilanjutkan oleh Ketua Tim Kerja Layanan Informasi dan Perpustakaan BSN, Minauddin. Dirinya menilai fasilitas dan fasilitas UPT Perpustakaan Universitas Jember bagus dan benar-benar baik. UNEJ mempunyai potensi dalam menyediakan fasilitas yang cukup dalam rangka mendukung bantuan fasilitas perpustakaan. Materi terakhir disampaikan oleh Pustakawan Ahli Muda BSN, Farida Pari yang memaparkan standarisasi perpustakaan Indonesia.